Sabtu, 22 Oktober 2011

Inventarisasi dan Pengklasifikasian beberapa Kesalahan Berbahasa

Ketika menonton acara televisi ulang tahun INSERT (Minggu, 16 Okt 2011), saya menemukan beberapa penggunaan istilah bahasa yang agak membingungkan makna dan penggunaannya oleh para selebritas. Hal pertama yang menjadi sorotan saya ketika Teuku Wisnu dan Shiren Sungkar (maaf jika salah menyebutkan nama) mengucapkan dua kata yang berbeda untuk maksud yang sama, yaitu “katagori” dan “kategori”. Teuku Wisnu mengucapkan kata “kategori” dan Shiren Sungkar mengucapkan kata “katagori”.
Didasarkan oleh insting analisis kebahasaan, saya mencoba untuk mengklarifikasi pengertian dari kedua kata tersebut di atas, apakah ada korelasi makna antara keduanya, ataupun tidak. Perlu untuk diketahui, penggunaan kata “katagori” dan “kategori” sering digunakan untuk maksud yang sama dalam banyak artikel (untuk kasus ini banyak saya temukan di internet). Nah, agar tidak terjadi kesalahpengertian terhadap kedua kata ini, saya akan mencoba untuk menganalisis. Analisis saya ini dasarnya adalah Wikipedia, KBBI, kamus bahasa Inggris-Indonesia, beberapa artikel, dan buku EYD.
Analisis yang saya lakukan ini, erat hubungannya dengan kata baku dan tak baku. Untuk memperkuat pemahaman terhadap kasus ini, saya juga menggunakan buku Tata Bahasa Baku. Berikut langkah-langkah yang saya lakukan dalam menganalisis:

Hal pertama yang saya lakukan adalah mencoba untuk menemukan asal dari kata “katagori/kategori” yang menjadi permasalahan itu. Saya mencari kata “katagori”. Ternyata, kata “katagori” ini tidak ditemukan di dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia. Kemudian saya mencari kata “kategori” dan ditemukan kata “category” yang berarti; kategori, kelompok, golongan.
Tidak puas dengan usaha pertama, saya mencoba usaha kedua (usaha, usaha..bukan usaha rumah makan ya, Ngaco!). Saya membuka KBBI dan mencoba menemukan kata yang sesuai dengan kata ‘”katagori” dan lagi-lagi tidak ditemukan kata yang sesuai. Kemudian saya mencari kata “kategori” dan ditemukan kata dengan arti: n 1 bagian dr sistem klasifikasi (golongan, jenis pangkat, dsb); 2 Ling golongan satuan bahasa yg anggotanya mempunyai perilaku sintaksis dan sifat hubungan yg sama. Selanjutnya saya membuka kamus Oxford dengan kata “category” dan ditemukan kata dengan arti: n [C] (pl -ies) class in a complete system. Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia mempunyai maksud yang sama dengan kata “kategori”, bukan “katagori”.
Setelah menemukan fakta dari kedua kata “katagori” dan “kategori” dengan kedua analisis tersebut, saya cukup bisa menyimpulkan bahwa kata “katagori” merupakan bentuk yang salah. Kata yang tepat digunakan adalah kata “kategori” yang sesuai dengan asal bahasanya yaitu bahasa Inggris. Akan tetapi, saya tetap merasa tidak puas karena pertanyaan saya prihal penggunaan kata “katagori” sering digunakan dalam penulisan artikel belum seutuhnya terjawab.
Selanjutnya yang saya lakukan adalah mencari artikel-artikel yang menggunakan kedua kata “katagori” dan “kategori”, dengan maksud untuk membanding-bandingkan penggunaan dan fungsi kedua kata tersebut.
Berikut ini adalah dau contoh kalimat yang menggunakan kata “katagori”:
1.      Sebuah judul artikel yang ditulis oleh Siwi Tri Puji B. yang dipublikasikan oleh Republika.co.id pada tanggal 10 Maret 2011 yang berbunyi, “Pengalihan TKI dari Negara Tujuan Masuk Katagori Human Trafficking”.
2.      Republika.co.id, “Astaghfirullah, Kekerasan Anak di Indonesia Masuk Katagori tersadis”.
Sebelum menyimpulkan termasuk kesalahan bahasa apa kata “katagori” dan “kategori” ini, alangkah baiknya jika kita mengetahui beberapa bentuk kata yang seringkali salah penggunaannya sehingga menjadi rancu. Kata-kata atau kosakata berikut saya inventarisasi ke dalam bentuk tabel agar mudah dipahami.  
Kata Majemuk
Kata majemuk seharusnya ditulis serangkai, namun seringkali ditulis dengan dipisah menjadi dua kata.

Benar
Salah
Benar
Salah
acapkali
acap kali
marabahaya
mara bahaya
adakalanya
ada kalanya
matahari
mata hari
akhirulkalam
akhirul kalam
olahraga
olah raga
alhamdulillah
alham dulillah
padahal
pada hal
apabila
apa bila
paramasastra
parama sastra
astagfirullah
astag firullah
puspawarna
puspa warna
bagaimana
bagai mana
radioaktif
radio aktif
barangkali
barang kali
sastramarga
sastra marga
bilamana
bila mana
saputangan
sapu tangan
bismillah
bis millah
saripati
sari pati
beasiswa
bea siswa
sebagaimana
sebagai mana
belasungkawa
bela sungkawa
sediakala
sedia kala
bumiputra
bumi putra
segitiga
segi tiga
daripada
dari pada
silaturahmi
silatu rahmi
darmabakti
darma bakti
sukacita
suka cita
darmasiswa
darma siswa
sukarela
suka rela
dukacita
duka cita
sukaria
suka ria
halalbihalal
halal bihalal
syahbandar
syah bandar
hulubalang
hulubalang
titimangsa
titi mangsa
kacamata
kaca mata
wali kota*
walikota
kasatmata
kasat mata
wasalam
wa salam
kepada
ke pada
lokakarya
loka karya
keratabasa
kerata basa
manakala
mana kala
kosakata
kosa kata
mangkubumi
mangku bumi
*wali kota seharusnya ditulis terpisah, tetapi sering ditemukan ditulis menyatu.


a.       Ditulis terpisah
·         tata bahasa, juru tulis, kerja sama, kambing hitam, tepuk tangan, anak emas, duta besar, beri tahu, lipat ganda, tanda tangan, dua puluh lima, tanggung jawab, hancur lebur, rumah sakit umum, sepak bola.
·         Jika diberi imbuhan konfiks (awalan dan akhiran), maka penulisannya dirangkai, misalnya: pemberitahuan, melipatgandakan, kutandatangani, dipertanggungjawabkan, kauhancurleburkan, dst.
b.      Bantuk terikat
Sebagai contoh adalah kata “antar” adalah bentuk terikat yang jika digabungkan dengan bentuk dasar maka penulisannya harus disatukan. Jika diikuti dengan kata dasar, bentuk terikat ditulis tanpa jeda (spasi).
Berikut ini beberapa contoh bentuk terikat yang antara lain:
·         Dari bilangan angka bahasa Sansekerta: eka-, dwi-, catur-, panca-, sapta-, dasa-, dst.
·         Dari awalan satuan: kilo-, mega-, tera-, giga-, senti-, dst.
·         Dari bahasa lain: a-, e- (dengan tanda hubung), ko-, adi-, manca-, swa-, nara-, mara-, maha-, pra-, pasca-, tuna-, pro-, anti-, kontra-, non-, multi-, antar-, inter-, intra-, ekstra-, per-, purna-, non-, pan-, sub-, juru-, peri-, super-, supra-, hiper-, tele-, wira-, purwa-, dsb.
·         Dari bahasa Jawa Kuna yang diserap pula oleh bahasa Melayu: mala-. Bahasa Inggris juga memiliki awalan yang memiliki arti sama “mal-“, namun bahasa Indonesia yang benar menggunakan kata “mala-“.
Perhatikan beberapa contoh berikut:

Asal Kata
Benar
Salah
malpractice
malapraktik
malpraktik
malfunction
malafungsi
malfungsi
malabsorption
malaserap
malserap
maladaptation
malaadaptasi
maladaptasi
maladjustment
malasuai
malsuai
maldistribution
maladistribusi
maldistribusi
malnutrition
malagizi
malgizi
malpotition
malasikap
malsikap

Bentuk terikat juga dapat ditulis dengan menyertakan tanda hubung (-) apabila:
·         Diikuti dengan kata yang huruf pertamanya kapital (bukan huruf besar yang biasa diucapkan), misalnya: anti-Amerika, pro-Megawati.
·         Diikuti dengan singkatan, misalnya: pro-PBB.
·         Diikuti oleh kata yang berimbuhan, misalnya: pro-kemerdekaan.

c.       Partikel ‘pun’
Untuk beberapa orang, akan sangat susah memahami partikel ‘pun’, kadang ditulis terpisah, kadang ditulis disambung, jika partikel ‘pun’ berpadanan dengan kata ‘saja’/’juga’ maka penulisannya dipisah (kapan pun, saya pun). Berikut ini ada dua belaspartikel ‘pun’ yang sudah dianggap padu harus ditulis serangkai. Perhatikan tabel berikut:

Benar
Salah
Lema KBBI
adapun
ada pun
adapun
andaipun
andai pun
-
ataupun
atau pun
aau
bagaimanapun
bagaimana pun
-
biarpun
biar pun
biarpun
kalaupun
kalau pun
kalaupun
kendatipun
kendati pun
kendati
maupun
mau pun
mau
meskipun
meski pun
meski
sekalipun*
-
sekalipun
siapapun
siapa pun
siapa
sungguhpun
sungguh pun
sungguhpun
walaupun
walau pun
walau
 *khusus untuk partikel ‘pun’ pada “sekalipun” dapat ditulis secara terpisah karena frasa “sekali pun” dapat bermakna ‘satu kali juga’, atau ‘meski satu kali’, atau ‘walau satu kali’.

d.      Partikel ‘per’
Partikel ‘per’ harus ditulis terpisah jika:
1.      berarti “tiap”: per meter, per orang;
2.      berarti “mulai”: per Oktober, per April;
3.      berarti “demi”: satu per satu.
Selain dari ketiga kasus tersebut, bentuk terikat “per-“ yang berarti pecahan dan tergolong imbuhan ditulis serangkai, misalnya: lima persen, dua pertiga, seperlima, perhatikan, perbaiki, permudahlah, persatukan.
Tanda Baca
sebelum kata-kata berikut tidak bolh ada tanda koma.
·         Bahwa, karena, agar, sehingga, walaupun, meskipun, kendatipun, apabila, jika, supaya, ketika, sebelum, sesudah, andaikata, sungguhpun, sekalipun, setelah, dsb.
Ungkapan penghubung antarkalimat diikuti tanda koma.
·         oleh karena itu, padahal, malah, oleh sebab itu, meskipun begitu, lagi pula, kalau begitu, selain itu, bahkan, jadi, namun, meskipun demikian, dst.
Tanda Hubung
Tanda hubung berikut ditulis terpisah dengan penambahan tanda (-).
·         se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital, misalnya: se-Jakarta, se-Jawa Barat, dst.
·         ke- dengan angka dan huruf kapital, misalnya: ke-25, ke-Allahan, dst.
·         angka dengan –an, misalnya: 2000-an.
·         singkatan huruf kapital dengan imbuhan atau kata, misalnya: di-PTUN-kan, mem-PHK.
Bentuk terikat dapat pula ditulis dengan menyertakan tanda hubung (-) apabila:
·         diikuti dengan kata yang huruf pertamanya kapital, misalnya: anti-Amerika, pro-Megawati. Diikuti dengan singkatan: pro-PBB.
·         Diikuti dengan kata yang sudah berimbuhan, misalnya: pro-kemerdekaan.
·         Diikuti dengan frasa, misalnya: pasca-gempa bumi.
Awalan
Awalan
Awalan di-/ke- dan kata depan di/ke bagian ini adalah: Preposisi
Kata depan "di" yang menyatakan arah atau tempat dan merupakan jawaban atas pertanyaan "Di mana?" ditulis terpisah.
Benar
Salah
Benar
Salah
di antara
diantara
di akhir
diakhir
di atas
diatas
di muka
dimuka
di awal
diawal
di pusat
dipusat
di bagian
dibagian
di rumah
dirumah
di bawah
dibawah
di samping
disamping
di belakang
dibelakang
di saat
disaat
di dalam
didalam
di sana
disana
di dekat
didekat
di sebelah
disebelah
di depan
didepan
di seberang
diseberang
di hadapan
dihadapan
di sekeliling
disekeliling
di jalan
dijalan
di sekitar
disekitar
di kanan
dikanan
di seluruh
diseluruh
di kiri
dikiri
di sini
disini
di luar
diluar
di sisi
disisi
di mana
dimana
di tepi
ditepi
di situ
disitu
di tiap
ditiap
di tanah
ditanah
di tiap-tiap
ditiap-tiap
di tempat
ditempat
di tengah
di tengah-tengah
ditengah
ditengah-tengah

Beberapa kata yang memiliki arti beda jika ditulis terpisah. Kata-kata ini khusus untuk kata dasar yang dapat berfungsi sebagai kata benda (penunjuk tempat) sekaligus kata kerja. Beberapa contohnya
Dibalik            = bentuk pasif dari Membalik
Di balik           = di bagian sebaliknya
Dikarantina     = bentuk pasif dari Mengarantina
Di karantina    = di (tempat) karantina
Disalib             = bentuk pasif dari Menyalib
Di salib            = di (atas) salib, dst.

Beberapa kata dapat diberi konfiks "di-kan", misalnya "diseberangkan", atau konfiks "di-i", misalnya "diawali" "Ke" yang menyatakan arah dan dapat menjawab pertanyaan "Ke mana?" ditulis terpisah.

Benar
Salah
Benar
Salah
ke atas
keatas
ke kanan
kekanan
ke bawah
kebawah
ke kiri
kekiri
ke belakang
kebelakang
ke mana
kemana
ke dalam
kedalam
ke sana
kesana
ke depan
kedepan
ke samping
kesamping
ke hadapan
kehadapan
ke tempat
ketempat

Penulisan preposisi ke- yang ditulis serangkai hanyalah untuk: kepada, kemari, dan keluar (sebagai lawan kata "masuk", untuk lawan kata "ke dalam", penulisan harus dipisah, "ke luar"). "kemeja" (baju), yang artinya berbeda dari "ke meja". Untuk menunjuk pada suatu bilangan ordinal, gunakan awalan 'ke-' (kedua anak ini, kelima buku itu).Untuk menunjuk pada suatu bilangan kardinal, gunakan kata depan 'ke' (anak ke-2, buku ke-5). Beberapa kata dapat diberi konfiks "dike-kan", misalnya "depan"->"dikedepankan", "mana"->"dikemanakan", "samping"->"dikesampingkan", atau konfiks "ke-an", misalnya "dalam"->"kedalam, kedalaman"

Awalan peN- dan meN-
·         Jika diikuti k/p/t/s
·         Jika kata dasar berawalan konsonan ganda, maka tidak luluh
Perkecualian: Pemrograman, bukan pemprograman
·         Jika kata serapan masih belum umum dipakai
·         Jika awalan adalah "memper-", termasuk "memperhatikan", bukan "memerhatikan"
·         menyomasi, menyosialisasi, menyukseskan, memunyai, menerjemahkan,
·         Jika diikuti kata dasar bersuku satu
·         Mendapatkan sisipan /-nge/ bila diikuti dengan awalan /me-/ atau /pe-/: mengebom/pengebom mengecat/pengecat, mengecor/pengecor, mengelap, pengelap, mengelas/pengelas, pengepakan/mengepak, pengesahan/mengesahkan, pengetikan/mengetik.
·         Awalan ber- dan ter- yang diikuti suku kata berakhiran /er/
·         Awalan /ber-/ dan /ter-/ akan menjadi /be-/ dan /te-/ jika melekat pada kata dasar yang suku pertamanya mengandung /er/.

Huruf-huruf yang hampir sama bunyinya
Huruf-huruf dalam kata-kata berikut ini kadang-kadang saling tukar-menukar
Huruf vokal
Huruf a dan e
·         Huruf a menjadi e
Benar
Salah
akta
akte
esai
esei
frasa
frase
kendaraan
kenderaan
masjid
mesjid
Rabu
Rebo
saksama
seksama
sekadar
sekedar






·         Huruf e menjadi a
Benar
Salah
aritmetika
aritmatika
metode
metoda
kalender
calendar
kedaluwarsa
kadaluwarsa (Ingat!)
kategori
katagori
parlemen
parlamen
sekuler
sekular
seluler
selular
survei
survai

Huruf e dan i
·         Huruf e menjadi i
Benar
Salah
antre
antri
apotek, apoteker
apotik
atlet, atletik
atlit
atmosfer1
atmosfir
cedera
cidera
debit
debet [1]
dekret
dekrit  [2]
desain
disain
deskripsi
diskripsi
diskotek
diskotik
komplet
komplit
konkret
konkrit, kongkrit
kredit
kridit
penalti
pinalti
peranti
piranti
pensil
pinsil
personel
personil
teoretis
teoritis [3]

[1] dan akhiran -ir yang lain
[2] diserap dari bahasa Belanda decreten, bukan bahasa Inggris decree[6]
[3] diserap dari theoretical (bahasa Inggris)

·         Huruf i menjadi e

Benar
Salah
Benar
Salah
cengkih
cengkeh
nasihat
nasehat
eksem
eksim
praktik, praktikum
praktek, praktekum
ekstrem
ekstrim
risiko
rresiko
hakikat
hakekat
ritsleting
retsleting
intelijen
intelejen
Senin
Senen
kempis
kemps
sistem
sistim

Huruf e dan u
·         Huruf e menjadi u

Benar
Salah
penggawa
punggawa

Huruf e dan o
·         Huruf o menjadi e

Benar
Salah
nomor
nomer

Huruf i dan u
·         Huruf u menjadi i
Benar
Salah
bus
bis

Huruf o dan u
·         Huruf o menjadi u
Benar
Salah
kantong
kantung
roboh
rubuh
pastor
pastur
sopir
supir
kantong
kantung

·         Huruf u menjadi o

Benar
Salah
Benar
Salah
Rabu
Rebo
kolumnis
kolomnis
guncang
goncang
lubang
lobang
gua
goa
limusin
limo, limosin
kukuh
kokoh
surga
sorga, syurga
kumulatif
komulatif
tegur
tegor
kaus
kaos
ubrak-abrik
obrak-abrik

·         Gugus vokal ua/ue/ui menjadi wa/we/wi

Benar
Salah
Benar
Salah
frekuensi
frekwensi
kualitas
kwalitas, kwalitet
konsekuensi
konsekwensi
kuantitas
kwantitas
kuadran
kwadran
kuantum
kwantum
kuadrat
kwadrat
kuartal
kwartal
kualifikasi
kwalifikasi
kuintal
kwintal
tetapi: khawatir
kwatir atau kuatir
kuitansi
kwitansi

gugus konsonan "kw" yang tidak berubah menjadi "ku" hanyalah pada kata "dakwa"
·         Gugus wa menjadi ua
Benar
Salah
jadwal
jadual (1)
      (1) diserap dari bahasa Arab jadwaal
·         Diftong ie
Diftong ini hanya diucapkan seperti "i" dengan huruf "e" yang pelan, jadi orang kadang menafsirkan bahwa penulisannya menggunakan "i":
Benar
Salah
Hierarki
Hirarki
karier
karir
·         Huruf konsonan
Huruf f, p, dan v
Huruf f menjadi p/v2
Benar
Salah
aktif
aktip, aktiv *
Februari
Pebruari
fondasi
pondasi
foto
photo
hafal
hapal
konferensi
konperensi
negatif
negatip, negativ
objektif
objektip,obyektip, obyektif
pasif
pasip, pasiv
sertifikat
sertipikat
subjektif
subjektip, subyektip, subyektif
tarif
tarip
transitif
transitip, transitiv

*lihat pula akhiran -iti/-itas 2 biasanya, orang suku sunda, dipengaruhi oleh bahasa daerah, mengucapkan f menjadi p. Lihat Bahasa Sunda


·         Huruf p menjadi f
Benar
Salah
paham 
faham
pikir    
fikir
telepon           
telefon*, telfon, telpon, tilpon
napas  
nafas
permak           
vermak*
pulpen
vulpen*
      *Dari bahasa Belanda (telefoon, vermaak, vulpen)
·         Huruf v menjadi f/p
Benar
Salah
aktivis 
aktifis
konveksi
konfeksi
motivasi
motifasi
November
Nopember
provinsi
propinsi
universitas
unipersitas

Huruf b dan p
·         Huruf p menjadi b
Benar
Salah
baptis  
babtis
lembap
lembab
·         Huruf b menjadi p
Benar
Salah
Sabtu
Saptu

Huruf d dan t
·         Huruf d menjadi t
Benar
Salah
nekat  
nekad
skuat
skuad
bejat
bejad
·         Huruf t menjadi d
Benar
Salah
otoped
otopet
tekad  
tekat

Huruf g dan j
·         Huruf g menjadi j
Benar
Salah
Margin
marginal
marjin
marjinal

           
Huruf j dan y
·         Huruf j menjadi y
Benar
Salah
objek  
obyek
objektif
obyektif, obyektip
subjek 
subyek
subjektif
subyektif, subyektip
·         Huruf y menjadi j
Benar
Salah
proyek
projek
           
Huruf s dan z
·         Huruf s menjadi z
Benar
Salah
asas     
azas
·         Huruf z menjadi s
Benar
Salah
ijazah  
ijasah
·         Huruf t menjadi th
Benar
Salah
batin   
bathin
katolik
katholik
ortografi
orthografi
patogen
pathogen
teologi
theologi
(namun S.Th. untuk Sarjana T[h]eologi)
·         Huruf z menjadi j
Benar
Salah
izin
ijin
rezeki  
rejeki
zaman 
jaman
zamrud           
jamrud
zina     
jinah
perzinaan
perjinahan

Gugus -er- dan -r-
Bagian kata -er- sering kali mengalami salah tulis. Meskipun dalam pengucapannya huruf "e" dalam "-er-" hanya dieja dengan pelan, namun beberapa kata penulisannya menggunakan "-er-" dan beberapa kata lainnya hanya "-r-" saja, yaitu pada gugus konsonan -dr-, -pr-, dan -tr.
·         Kata-kata yang penulisannya menggunakan "-er-":
Benar
Salah
anugerah
anugrah
indera 
indra
jenderal
jendral
keripik
kripik
kerupuk
krupuk
menteri
mentri
Perancis
Prancis
seberang
menyeberang
sebrang
menyebrang
Sumatera
Sumatra
terampil
trampil
·         Kata-kata yang penulisannya menggunakan "-r-":
Benar
Salah
cendrawasih
cenderawasih
indragiri
inderagiri
istri     
isteri
justru  
justeru
ksatria 
kesatria
prajurit
perajurit
putra   
putera
putri    
puteri
samudra
samudera
sastra  
sastera
sutra   
sutera
trompet
terompet

Gugus konsonan kh
·         Bagian kata -kh- hanya diucapkan seperti "k" dengan huruf "h" yang pelan, jadi orang kadang salah menulis menggunakan "k" atau "h" saja:
Benar
Salah
Khafilah
kafilah
Kharisma
karisma
khawatir
kawatir, kwatir, kuatir
khotbah
kotbah
makhluk
makluk, mahluk, mahkluk
nakhoda
nahkoda, nakoda
takhta 
tahta
·         Beberapa kata juga sering ditulis menggunakan "-kh-" padahal yang benar hanya "k" atau "h" saja:
Benar
Salah
ahli     
akhli
maksud
mahsud, makhsud
teknik
tekhnik, tehnik
teknologi
tehnologi

Gugus konsonan ks menjadi x
Benar
Salah
ekspor 
expor, eksport
ekstra  
extra
kompleks
komplex, komplek
seks
sex
taksi
taxi

Akhiran
·         Akhiran -is/-a
Umumnya berasal dari akhiran bahasa Inggris "-ize":
Benar
Salah
analisis
analisa
diagnosis
diagnosa
sintesis
sintesa
·         Akhiran -iti/-itas
Umumnya berasal dari akhiran bahasa Inggris "-ity", beberapa menjadi akhiran "-iti", dan beberapa menjadi "-itas". Kata-kata yang penulisannya menggunakan "-itas" (lihat [7]):
Benar
Salah
aktivitas
aktiviti, aktifitas[8] (tapi aktif, bukan aktiv*)
komunitas
komuniti
realitas
realiti, realita
selebritas
selebriti
universitas
universiti
utilitas
utiliti (bukan kesalahan umum)
validitas
validity
* Aturan untuk kata serapan utuh ini juga berlaku untuk kata yang diserap dari kata bahasa Inggris berakhiran -ivity seperti efektivitas, sportivitas, kreativitas, produktivitas

Jadi, sudah jelas bahwa kesalahan kata “kategori” menjadi “katagori” masuk ke dalam kesalahan fonem [e] menjadi [a].

0 comments:

Posting Komentar