Ketika menonton acara televisi ulang tahun INSERT (Minggu, 16 Okt 2011), saya menemukan beberapa penggunaan istilah bahasa yang agak membingungkan makna dan penggunaannya oleh para selebritas. Hal pertama yang menjadi sorotan saya ketika Teuku Wisnu dan Shiren Sungkar (maaf jika salah menyebutkan nama) mengucapkan dua kata yang berbeda untuk maksud yang sama, yaitu “katagori” dan “kategori”. Teuku Wisnu mengucapkan kata “kategori” dan Shiren Sungkar mengucapkan kata “katagori”.
Didasarkan oleh insting analisis kebahasaan, saya mencoba untuk mengklarifikasi pengertian dari kedua kata tersebut di atas, apakah ada korelasi makna antara keduanya, ataupun tidak. Perlu untuk diketahui, penggunaan kata “katagori” dan “kategori” sering digunakan untuk maksud yang sama dalam banyak artikel (untuk kasus ini banyak saya temukan di internet). Nah, agar tidak terjadi kesalahpengertian terhadap kedua kata ini, saya akan mencoba untuk menganalisis. Analisis saya ini dasarnya adalah Wikipedia, KBBI, kamus bahasa Inggris-Indonesia, beberapa artikel, dan buku EYD.
Analisis yang saya lakukan ini, erat hubungannya dengan kata baku dan tak baku. Untuk memperkuat pemahaman terhadap kasus ini, saya juga menggunakan buku Tata Bahasa Baku. Berikut langkah-langkah yang saya lakukan dalam menganalisis:
Hal pertama yang saya lakukan adalah mencoba untuk menemukan asal dari kata “katagori/kategori” yang menjadi permasalahan itu. Saya mencari kata “katagori”. Ternyata, kata “katagori” ini tidak ditemukan di dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia. Kemudian saya mencari kata “kategori” dan ditemukan kata “category” yang berarti; kategori, kelompok, golongan.
Tidak puas dengan usaha pertama, saya mencoba usaha kedua (usaha, usaha..bukan usaha rumah makan ya, Ngaco!). Saya membuka KBBI dan mencoba menemukan kata yang sesuai dengan kata ‘”katagori” dan lagi-lagi tidak ditemukan kata yang sesuai. Kemudian saya mencari kata “kategori” dan ditemukan kata dengan arti: n 1 bagian dr sistem klasifikasi (golongan, jenis pangkat, dsb); 2 Ling golongan satuan bahasa yg anggotanya mempunyai perilaku sintaksis dan sifat hubungan yg sama. Selanjutnya saya membuka kamus Oxford dengan kata “category” dan ditemukan kata dengan arti: n [C] (pl -ies) class in a complete system. Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia mempunyai maksud yang sama dengan kata “kategori”, bukan “katagori”.
Setelah menemukan fakta dari kedua kata “katagori” dan “kategori” dengan kedua analisis tersebut, saya cukup bisa menyimpulkan bahwa kata “katagori” merupakan bentuk yang salah. Kata yang tepat digunakan adalah kata “kategori” yang sesuai dengan asal bahasanya yaitu bahasa Inggris. Akan tetapi, saya tetap merasa tidak puas karena pertanyaan saya prihal penggunaan kata “katagori” sering digunakan dalam penulisan artikel belum seutuhnya terjawab.
Selanjutnya yang saya lakukan adalah mencari artikel-artikel yang menggunakan kedua kata “katagori” dan “kategori”, dengan maksud untuk membanding-bandingkan penggunaan dan fungsi kedua kata tersebut.
Berikut ini adalah dau contoh kalimat yang menggunakan kata “katagori”:
1. Sebuah judul artikel yang ditulis oleh Siwi Tri Puji B. yang dipublikasikan oleh Republika.co.id pada tanggal 10 Maret 2011 yang berbunyi, “Pengalihan TKI dari Negara Tujuan Masuk Katagori Human Trafficking”.
2. Republika.co.id, “Astaghfirullah, Kekerasan Anak di Indonesia Masuk Katagori tersadis”.
Sebelum menyimpulkan termasuk kesalahan bahasa apa kata “katagori” dan “kategori” ini, alangkah baiknya jika kita mengetahui beberapa bentuk kata yang seringkali salah penggunaannya sehingga menjadi rancu. Kata-kata atau kosakata berikut saya inventarisasi ke dalam bentuk tabel agar mudah dipahami.
Kata Majemuk
Kata majemuk seharusnya ditulis serangkai, namun seringkali ditulis dengan dipisah menjadi dua kata.
| Benar | Salah | Benar | Salah |
| acapkali | acap kali | marabahaya | mara bahaya |
| adakalanya | ada kalanya | matahari | mata hari |
| akhirulkalam | akhirul kalam | olahraga | olah raga |
| alhamdulillah | alham dulillah | padahal | pada hal |
| apabila | apa bila | paramasastra | parama sastra |
| astagfirullah | astag firullah | puspawarna | puspa warna |
| bagaimana | bagai mana | radioaktif | radio aktif |
| barangkali | barang kali | sastramarga | sastra marga |
| bilamana | bila mana | saputangan | sapu tangan |
| bismillah | bis millah | saripati | sari pati |
| beasiswa | bea siswa | sebagaimana | sebagai mana |
| belasungkawa | bela sungkawa | sediakala | sedia kala |
| bumiputra | bumi putra | segitiga | segi tiga |
| daripada | dari pada | silaturahmi | silatu rahmi |
| darmabakti | darma bakti | sukacita | suka cita |
| darmasiswa | darma siswa | sukarela | suka rela |
| dukacita | duka cita | sukaria | suka ria |
| halalbihalal | halal bihalal | syahbandar | syah bandar |
| hulubalang | hulubalang | titimangsa | titi mangsa |
| kacamata | kaca mata | wali kota* | walikota |
| kasatmata | kasat mata | wasalam | wa salam |
| kepada | ke pada | lokakarya | loka karya |
| keratabasa | kerata basa | manakala | mana kala |
| kosakata | kosa kata | mangkubumi | mangku bumi |
*wali kota seharusnya ditulis terpisah, tetapi sering ditemukan ditulis menyatu.
a. Ditulis terpisah
· tata bahasa, juru tulis, kerja sama, kambing hitam, tepuk tangan, anak emas, duta besar, beri tahu, lipat ganda, tanda tangan, dua puluh lima, tanggung jawab, hancur lebur, rumah sakit umum, sepak bola.
· Jika diberi imbuhan konfiks (awalan dan akhiran), maka penulisannya dirangkai, misalnya: pemberitahuan, melipatgandakan, kutandatangani, dipertanggungjawabkan, kauhancurleburkan, dst.
b. Bantuk terikat
Sebagai contoh adalah kata “antar” adalah bentuk terikat yang jika digabungkan dengan bentuk dasar maka penulisannya harus disatukan. Jika diikuti dengan kata dasar, bentuk terikat ditulis tanpa jeda (spasi).
Berikut ini beberapa contoh bentuk terikat yang antara lain:
· Dari bilangan angka bahasa Sansekerta: eka-, dwi-, catur-, panca-, sapta-, dasa-, dst.
· Dari awalan satuan: kilo-, mega-, tera-, giga-, senti-, dst.
· Dari bahasa lain: a-, e- (dengan tanda hubung), ko-, adi-, manca-, swa-, nara-, mara-, maha-, pra-, pasca-, tuna-, pro-, anti-, kontra-, non-, multi-, antar-, inter-, intra-, ekstra-, per-, purna-, non-, pan-, sub-, juru-, peri-, super-, supra-, hiper-, tele-, wira-, purwa-, dsb.
· Dari bahasa Jawa Kuna yang diserap pula oleh bahasa Melayu: mala-. Bahasa Inggris juga memiliki awalan yang memiliki arti sama “mal-“, namun bahasa Indonesia yang benar menggunakan kata “mala-“.
Perhatikan beberapa contoh berikut:
| Asal Kata | Benar | Salah |
| malpractice | malapraktik | malpraktik |
| malfunction | malafungsi | malfungsi |
| malabsorption | malaserap | malserap |
| maladaptation | malaadaptasi | maladaptasi |
| maladjustment | malasuai | malsuai |
| maldistribution | maladistribusi | maldistribusi |
| malnutrition | malagizi | malgizi |
| malpotition | malasikap | malsikap |
Bentuk terikat juga dapat ditulis dengan menyertakan tanda hubung (-) apabila:
· Diikuti dengan kata yang huruf pertamanya kapital (bukan huruf besar yang biasa diucapkan), misalnya: anti-Amerika, pro-Megawati.
· Diikuti dengan singkatan, misalnya: pro-PBB.
· Diikuti oleh kata yang berimbuhan, misalnya: pro-kemerdekaan.
c. Partikel ‘pun’
Untuk beberapa orang, akan sangat susah memahami partikel ‘pun’, kadang ditulis terpisah, kadang ditulis disambung, jika partikel ‘pun’ berpadanan dengan kata ‘saja’/’juga’ maka penulisannya dipisah (kapan pun, saya pun). Berikut ini ada dua belaspartikel ‘pun’ yang sudah dianggap padu harus ditulis serangkai. Perhatikan tabel berikut:
| Benar | Salah | Lema KBBI |
| adapun | ada pun | adapun |
| andaipun | andai pun | - |
| ataupun | atau pun | aau |
| bagaimanapun | bagaimana pun | - |
| biarpun | biar pun | biarpun |
| kalaupun | kalau pun | kalaupun |
| kendatipun | kendati pun | kendati |
| maupun | mau pun | mau |
| meskipun | meski pun | meski |
| sekalipun* | - | sekalipun |
| siapapun | siapa pun | siapa |
| sungguhpun | sungguh pun | sungguhpun |
| walaupun | walau pun | walau |
*khusus untuk partikel ‘pun’ pada “sekalipun” dapat ditulis secara terpisah karena frasa “sekali pun” dapat bermakna ‘satu kali juga’, atau ‘meski satu kali’, atau ‘walau satu kali’.
d. Partikel ‘per’
Partikel ‘per’ harus ditulis terpisah jika:
1. berarti “tiap”: per meter, per orang;
2. berarti “mulai”: per Oktober, per April;
3. berarti “demi”: satu per satu.
Selain dari ketiga kasus tersebut, bentuk terikat “per-“ yang berarti pecahan dan tergolong imbuhan ditulis serangkai, misalnya: lima persen, dua pertiga, seperlima, perhatikan, perbaiki, permudahlah, persatukan.
Tanda Baca
sebelum kata-kata berikut tidak bolh ada tanda koma.
· Bahwa, karena, agar, sehingga, walaupun, meskipun, kendatipun, apabila, jika, supaya, ketika, sebelum, sesudah, andaikata, sungguhpun, sekalipun, setelah, dsb.
Ungkapan penghubung antarkalimat diikuti tanda koma.
· oleh karena itu, padahal, malah, oleh sebab itu, meskipun begitu, lagi pula, kalau begitu, selain itu, bahkan, jadi, namun, meskipun demikian, dst.
Tanda Hubung
Tanda hubung berikut ditulis terpisah dengan penambahan tanda (-).
· se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital, misalnya: se-Jakarta, se-Jawa Barat, dst.
· ke- dengan angka dan huruf kapital, misalnya: ke-25, ke-Allahan, dst.
· angka dengan –an, misalnya: 2000-an.
· singkatan huruf kapital dengan imbuhan atau kata, misalnya: di-PTUN-kan, mem-PHK.
Bentuk terikat dapat pula ditulis dengan menyertakan tanda hubung (-) apabila:
· diikuti dengan kata yang huruf pertamanya kapital, misalnya: anti-Amerika, pro-Megawati. Diikuti dengan singkatan: pro-PBB.
· Diikuti dengan kata yang sudah berimbuhan, misalnya: pro-kemerdekaan.
· Diikuti dengan frasa, misalnya: pasca-gempa bumi.
Awalan
Awalan
Awalan di-/ke- dan kata depan di/ke bagian ini adalah: Preposisi
Kata depan "di" yang menyatakan arah atau tempat dan merupakan jawaban atas pertanyaan "Di mana?" ditulis terpisah.
| Benar | Salah | Benar | Salah |
| di antara | diantara | di akhir | diakhir |
| di atas | diatas | di muka | dimuka |
| di awal | diawal | di pusat | dipusat |
| di bagian | dibagian | di rumah | dirumah |
| di bawah | dibawah | di samping | disamping |
| di belakang | dibelakang | di saat | disaat |
| di dalam | didalam | di sana | disana |
| di dekat | didekat | di sebelah | disebelah |
| di depan | didepan | di seberang | diseberang |
| di hadapan | dihadapan | di sekeliling | disekeliling |
| di jalan | dijalan | di sekitar | disekitar |
| di kanan | dikanan | di seluruh | diseluruh |
| di kiri | dikiri | di sini | disini |
| di luar | diluar | di sisi | disisi |
| di mana | dimana | di tepi | ditepi |
| di situ | disitu | di tiap | ditiap |
| di tanah | ditanah | di tiap-tiap | ditiap-tiap |
| di tempat | ditempat | di tengah di tengah-tengah | ditengah ditengah-tengah |
Beberapa kata yang memiliki arti beda jika ditulis terpisah. Kata-kata ini khusus untuk kata dasar yang dapat berfungsi sebagai kata benda (penunjuk tempat) sekaligus kata kerja. Beberapa contohnya
Dibalik = bentuk pasif dari Membalik
Di balik = di bagian sebaliknya
Dikarantina = bentuk pasif dari Mengarantina
Di karantina = di (tempat) karantina
Disalib = bentuk pasif dari Menyalib
Di salib = di (atas) salib, dst.
Beberapa kata dapat diberi konfiks "di-kan", misalnya "diseberangkan", atau konfiks "di-i", misalnya "diawali" "Ke" yang menyatakan arah dan dapat menjawab pertanyaan "Ke mana?" ditulis terpisah.
| Benar | Salah | Benar | Salah |
| ke atas | keatas | ke kanan | kekanan |
| ke bawah | kebawah | ke kiri | kekiri |
| ke belakang | kebelakang | ke mana | kemana |
| ke dalam | kedalam | ke sana | kesana |
| ke depan | kedepan | ke samping | kesamping |
| ke hadapan | kehadapan | ke tempat | ketempat |
Penulisan preposisi ke- yang ditulis serangkai hanyalah untuk: kepada, kemari, dan keluar (sebagai lawan kata "masuk", untuk lawan kata "ke dalam", penulisan harus dipisah, "ke luar"). "kemeja" (baju), yang artinya berbeda dari "ke meja". Untuk menunjuk pada suatu bilangan ordinal, gunakan awalan 'ke-' (kedua anak ini, kelima buku itu).Untuk menunjuk pada suatu bilangan kardinal, gunakan kata depan 'ke' (anak ke-2, buku ke-5). Beberapa kata dapat diberi konfiks "dike-kan", misalnya "depan"->"dikedepankan", "mana"->"dikemanakan", "samping"->"dikesampingkan", atau konfiks "ke-an", misalnya "dalam"->"kedalam, kedalaman"
Awalan peN- dan meN-
· Jika diikuti k/p/t/s
· Jika kata dasar berawalan konsonan ganda, maka tidak luluh
Perkecualian: Pemrograman, bukan pemprograman
· Jika kata serapan masih belum umum dipakai
· Jika awalan adalah "memper-", termasuk "memperhatikan", bukan "memerhatikan"
· menyomasi, menyosialisasi, menyukseskan, memunyai, menerjemahkan,
· Jika diikuti kata dasar bersuku satu
· Mendapatkan sisipan /-nge/ bila diikuti dengan awalan /me-/ atau /pe-/: mengebom/pengebom mengecat/pengecat, mengecor/pengecor, mengelap, pengelap, mengelas/pengelas, pengepakan/mengepak, pengesahan/mengesahkan, pengetikan/mengetik.
· Awalan ber- dan ter- yang diikuti suku kata berakhiran /er/
· Awalan /ber-/ dan /ter-/ akan menjadi /be-/ dan /te-/ jika melekat pada kata dasar yang suku pertamanya mengandung /er/.
Huruf-huruf yang hampir sama bunyinya
Huruf-huruf dalam kata-kata berikut ini kadang-kadang saling tukar-menukar
Huruf vokal
Huruf a dan e
· Huruf a menjadi e
| Benar | Salah |
| akta | akte |
| esai | esei |
| frasa | frase |
| kendaraan | kenderaan |
| masjid | mesjid |
| Rabu | Rebo |
| saksama | seksama |
| sekadar | sekedar |
· Huruf e menjadi a
| Benar | Salah |
| aritmetika | aritmatika |
| metode | metoda |
| kalender | calendar |
| kedaluwarsa | kadaluwarsa (Ingat!) |
| kategori | katagori |
| parlemen | parlamen |
| sekuler | sekular |
| seluler | selular |
| survei | survai |
Huruf e dan i
· Huruf e menjadi i
| Benar | Salah |
| antre | antri |
| apotek, apoteker | apotik |
| atlet, atletik | atlit |
| atmosfer1 | atmosfir |
| cedera | cidera |
| debit | debet [1] |
| dekret | dekrit [2] |
| desain | disain |
| deskripsi | diskripsi |
| diskotek | diskotik |
| komplet | komplit |
| konkret | konkrit, kongkrit |
| kredit | kridit |
| penalti | pinalti |
| peranti | piranti |
| pensil | pinsil |
| personel | personil |
| teoretis | teoritis [3] |
[1] dan akhiran -ir yang lain
[2] diserap dari bahasa Belanda decreten, bukan bahasa Inggris decree[6]
[3] diserap dari theoretical (bahasa Inggris)
· Huruf i menjadi e
| Benar | Salah | Benar | Salah |
| cengkih | cengkeh | nasihat | nasehat |
| eksem | eksim | praktik, praktikum | praktek, praktekum |
| ekstrem | ekstrim | risiko | rresiko |
| hakikat | hakekat | ritsleting | retsleting |
| intelijen | intelejen | Senin | Senen |
| kempis | kemps | sistem | sistim |
Huruf e dan u
· Huruf e menjadi u
| Benar | Salah |
| penggawa | punggawa |
Huruf e dan o
· Huruf o menjadi e
| Benar | Salah |
| nomor | nomer |
Huruf i dan u
· Huruf u menjadi i
| Benar | Salah |
| bus | bis |
Huruf o dan u
· Huruf o menjadi u
| Benar | Salah |
| kantong | kantung |
| roboh | rubuh |
| pastor | pastur |
| sopir | supir |
| kantong | kantung |
· Huruf u menjadi o
| Benar | Salah | Benar | Salah |
| Rabu | Rebo | kolumnis | kolomnis |
| guncang | goncang | lubang | lobang |
| gua | goa | limusin | limo, limosin |
| kukuh | kokoh | surga | sorga, syurga |
| kumulatif | komulatif | tegur | tegor |
| kaus | kaos | ubrak-abrik | obrak-abrik |
· Gugus vokal ua/ue/ui menjadi wa/we/wi
| Benar | Salah | Benar | Salah |
| frekuensi | frekwensi | kualitas | kwalitas, kwalitet |
| konsekuensi | konsekwensi | kuantitas | kwantitas |
| kuadran | kwadran | kuantum | kwantum |
| kuadrat | kwadrat | kuartal | kwartal |
| kualifikasi | kwalifikasi | kuintal | kwintal |
| tetapi: khawatir | kwatir atau kuatir | kuitansi | kwitansi |
gugus konsonan "kw" yang tidak berubah menjadi "ku" hanyalah pada kata "dakwa"
· Gugus wa menjadi ua
| Benar | Salah |
| jadwal | jadual (1) |
(1) diserap dari bahasa Arab jadwaal
· Diftong ie
Diftong ini hanya diucapkan seperti "i" dengan huruf "e" yang pelan, jadi orang kadang menafsirkan bahwa penulisannya menggunakan "i":
| Benar | Salah |
| Hierarki | Hirarki |
| karier | karir |
· Huruf konsonan
Huruf f, p, dan v
Huruf f menjadi p/v2
| Benar | Salah |
| aktif | aktip, aktiv * |
| Februari | Pebruari |
| fondasi | pondasi |
| foto | photo |
| hafal | hapal |
| konferensi | konperensi |
| negatif | negatip, negativ |
| objektif | objektip,obyektip, obyektif |
| pasif | pasip, pasiv |
| sertifikat | sertipikat |
| subjektif | subjektip, subyektip, subyektif |
| tarif | tarip |
| transitif | transitip, transitiv |
*lihat pula akhiran -iti/-itas 2 biasanya, orang suku sunda, dipengaruhi oleh bahasa daerah, mengucapkan f menjadi p. Lihat Bahasa Sunda
· Huruf p menjadi f
| Benar | Salah |
| paham | faham |
| pikir | fikir |
| telepon | telefon*, telfon, telpon, tilpon |
| napas | nafas |
| permak | vermak* |
| pulpen | vulpen* |
*Dari bahasa Belanda (telefoon, vermaak, vulpen)
· Huruf v menjadi f/p
| Benar | Salah |
| aktivis | aktifis |
| konveksi | konfeksi |
| motivasi | motifasi |
| November | Nopember |
| provinsi | propinsi |
| universitas | unipersitas |
Huruf b dan p
· Huruf p menjadi b
| Benar | Salah |
| baptis | babtis |
| lembap | lembab |
· Huruf b menjadi p
| Benar | Salah |
| Sabtu | Saptu |
Huruf d dan t
· Huruf d menjadi t
| Benar | Salah |
| nekat | nekad |
| skuat | skuad |
| bejat | bejad |
· Huruf t menjadi d
| Benar | Salah |
| otoped | otopet |
| tekad | tekat |
Huruf g dan j
· Huruf g menjadi j
| Benar | Salah |
| Margin marginal | marjin marjinal |
Huruf j dan y
· Huruf j menjadi y
| Benar | Salah |
| objek | obyek |
| objektif | obyektif, obyektip |
| subjek | subyek |
| subjektif | subyektif, subyektip |
· Huruf y menjadi j
| Benar | Salah |
| proyek | projek |
Huruf s dan z
· Huruf s menjadi z
| Benar | Salah |
| asas | azas |
· Huruf z menjadi s
| Benar | Salah |
| ijazah | ijasah |
· Huruf t menjadi th
| Benar | Salah |
| batin | bathin |
| katolik | katholik |
| ortografi | orthografi |
| patogen | pathogen |
| teologi | theologi (namun S.Th. untuk Sarjana T[h]eologi) |
· Huruf z menjadi j
| Benar | Salah |
| izin | ijin |
| rezeki | rejeki |
| zaman | jaman |
| zamrud | jamrud |
| zina | jinah |
| perzinaan | perjinahan |
Gugus -er- dan -r-
Bagian kata -er- sering kali mengalami salah tulis. Meskipun dalam pengucapannya huruf "e" dalam "-er-" hanya dieja dengan pelan, namun beberapa kata penulisannya menggunakan "-er-" dan beberapa kata lainnya hanya "-r-" saja, yaitu pada gugus konsonan -dr-, -pr-, dan -tr.
· Kata-kata yang penulisannya menggunakan "-er-":
| Benar | Salah |
| anugerah | anugrah |
| indera | indra |
| jenderal | jendral |
| keripik | kripik |
| kerupuk | krupuk |
| menteri | mentri |
| Perancis | Prancis |
| seberang menyeberang | sebrang menyebrang |
| Sumatera | Sumatra |
| terampil | trampil |
· Kata-kata yang penulisannya menggunakan "-r-":
| Benar | Salah |
| cendrawasih | cenderawasih |
| indragiri | inderagiri |
| istri | isteri |
| justru | justeru |
| ksatria | kesatria |
| prajurit | perajurit |
| putra | putera |
| putri | puteri |
| samudra | samudera |
| sastra | sastera |
| sutra | sutera |
| trompet | terompet |
Gugus konsonan kh
· Bagian kata -kh- hanya diucapkan seperti "k" dengan huruf "h" yang pelan, jadi orang kadang salah menulis menggunakan "k" atau "h" saja:
| Benar | Salah |
| Khafilah | kafilah |
| Kharisma | karisma |
| khawatir | kawatir, kwatir, kuatir |
| khotbah | kotbah |
| makhluk | makluk, mahluk, mahkluk |
| nakhoda | nahkoda, nakoda |
| takhta | tahta |
· Beberapa kata juga sering ditulis menggunakan "-kh-" padahal yang benar hanya "k" atau "h" saja:
| Benar | Salah |
| ahli | akhli |
| maksud | mahsud, makhsud |
| teknik | tekhnik, tehnik |
| teknologi | tehnologi |
Gugus konsonan ks menjadi x
| Benar | Salah |
| ekspor | expor, eksport |
| ekstra | extra |
| kompleks | komplex, komplek |
| seks | sex |
| taksi | taxi |
Akhiran
· Akhiran -is/-a
Umumnya berasal dari akhiran bahasa Inggris "-ize":
| Benar | Salah |
| analisis | analisa |
| diagnosis | diagnosa |
| sintesis | sintesa |
· Akhiran -iti/-itas
Umumnya berasal dari akhiran bahasa Inggris "-ity", beberapa menjadi akhiran "-iti", dan beberapa menjadi "-itas". Kata-kata yang penulisannya menggunakan "-itas" (lihat [7]):
| Benar | Salah |
| aktivitas | aktiviti, aktifitas[8] (tapi aktif, bukan aktiv*) |
| komunitas | komuniti |
| realitas | realiti, realita |
| selebritas | selebriti |
| universitas | universiti |
| utilitas | utiliti (bukan kesalahan umum) |
| validitas | validity |
* Aturan untuk kata serapan utuh ini juga berlaku untuk kata yang diserap dari kata bahasa Inggris berakhiran -ivity seperti efektivitas, sportivitas, kreativitas, produktivitas
Jadi, sudah jelas bahwa kesalahan kata “kategori” menjadi “katagori” masuk ke dalam kesalahan fonem [e] menjadi [a].

0 comments:
Posting Komentar